Thursday, 17 November 2016

BUKANKAH KITA ADALAH PELEBURAN DARI SANG "YIN" DAN "YANG"?


Manusia, atau hanya seonggok daging berjalan yang tidak punya rasa? Berapa usiamu ketika kau baca tulisan ini? Sudahkah melewati batas antara laut dan samudra?


Jika jawabanmu mengatakan sudah, apakah benar begitu? coba beritahu aku seberapa dalam laut yang menenggelamkan hiu?
Jika jawabanmu mengatakan belum, apakah kau telah tenggelam dan mati di dalam sana dan tidak dapat menyeberangi batas itu? Sehingga kau membatu dan tak kunjung melewati batas itu.

Sadarkah? Kau adalah bukan Kau. Kau adaah hitam dan putih. Kau adalah jahat dan baik. Dan kau adalah apa yang mereka inginkan dan pemberontakan atas ingin itu. Lantas kau masih bisa berjalan dengan dada yang membusung? Dengan kepala yang mendongak? Tidak takutkah dadamu bakal terhunus benda tumpul yang menembus, dan kepalamu terbentur keinginan-keinginan yang akan kau sesali nantinya.

Aku, kamu, dan mereka adalah peleburan "Yin" dan "Yang".Sanggupkah aku, kamu, dan mereka menyeimbangkan antara Sang Yin dan sang Yang? bisakah? Beri jawabanmu kepadaku!

Jika kau mengaku bisa, bolehkan aku menghamba padamu untuk dapat seimbang?


Friday, 5 August 2016

RUMAH BUKANLAH RUMAH TANPA AYAH DAN IBU



Dulu, dulu sekali sempat tidak kita berpikir atau apapun yang mengeluhkan tentang ayah dan ibu? jujur saya pernah. Mengeluhkan tentang aturan ini-itu,tentang rengekan yang tidak terpenuhi, atau tentang pembelaan yang tidak kita dapatkan dari ayah dan ibu atas saudara-saudara kita lainnya? hahaha....menggelikan dan menyedihkan kalau mengingat kekesalan waktu dahulu itu.


Saya berharap suatu hari nanti ketika saya memiliki putra atau putri mereka mensyukurinya dan berbesar hati memiliki orang tua seperti saya dan suami saya (nantinya hihihi...) , tidak seperti saya yang keras kepala dan bersempit hati dan pikiran, aamiin :)

Setelah empat tahun pulang-pergi rumah-kost, saya mulai merasa kalaulah orang tua dan keluarga adalah bagian dari diri saya. Dulu, setiap pulang kost, di jalan saya pasti menangis. Sedih sekali rasanya melangkah keluar dari rumah. Namun, sampai kapan kita bakalan seperti itu? kita harus maju terus, selalu tanamkan dalam hati "Doa ayah dan ibu selalu ada bersama kita :)"

Hari ini, saya ditinggal ayah dan ibu pergi keluar kota untuk beberapa hari. Walaupun saya di rumah bersama saudara perempuan saya yang paling kecil, namun di dalam hati ada sesuatu yang hilang. Saya baru menyadari "Rumah bukanlah rumah tanpa ayah dan ibu" ketika kemarin sampai di rumah dan tidak ada ayah dan ibu. Kosong, yaaaa....kosong rasanya.

Ayah...Ibu...semoga kita masih diberi waktu yang panjang untuk saling berbagi. Berbagi kasih, sayang, kebahagian, kesedihan, berbagi mata, telinga, dan hati.
Semoga Allah selalu ada dalam langkah Ayah dan Ibu, aamiin.